Ku taruhkan bintang dan bulan
untuk membeli senyumanmu.
Dan langit hitam itu menegurku,
"ia milik puteri yang miliki hati murni!"
Ku pulang ke kamar untuk mencari nilam
sebagai ganti untuk membeli ketawamu.
Oh, ribuan berlian menyumpahku,
Dan nilam itu bertukar menjadi debu
Jauh di sudut yang terlindung,
secalit cahaya menerangi ruang.
Semua yang dilaluimu, kamu ibarat payung.
Baru ku tahu, dari kamulah terbitnya cahaya itu.
Jangan, jangan, jangan.
Jangan dibuang senyuman itu dari wajahmu,
Akan tentu langit itu dengki akan aku,
dan kuntuman bunga itu hilang seri dan wanginya,
jika watakmu lesu, kelu dan bisu.
Tersenyumlah, untuk selamanya.
Perlukah ku susun tujuh lautan dunia,
dan kuntuman bunga dari lima benua,
sebagai tanda murninya dirimu,
lalu ku senyapkan diri, saat kamu terpaku.
untuk membeli senyumanmu.
Dan langit hitam itu menegurku,
"ia milik puteri yang miliki hati murni!"
Ku pulang ke kamar untuk mencari nilam
sebagai ganti untuk membeli ketawamu.
Oh, ribuan berlian menyumpahku,
Dan nilam itu bertukar menjadi debu
Jauh di sudut yang terlindung,
secalit cahaya menerangi ruang.
Semua yang dilaluimu, kamu ibarat payung.
Baru ku tahu, dari kamulah terbitnya cahaya itu.
Jangan, jangan, jangan.
Jangan dibuang senyuman itu dari wajahmu,
Akan tentu langit itu dengki akan aku,
dan kuntuman bunga itu hilang seri dan wanginya,
jika watakmu lesu, kelu dan bisu.
Tersenyumlah, untuk selamanya.
Perlukah ku susun tujuh lautan dunia,
dan kuntuman bunga dari lima benua,
sebagai tanda murninya dirimu,
lalu ku senyapkan diri, saat kamu terpaku.
thankz Fatahul Nizam..:)
No comments:
Post a Comment